Saturday, September 19, 2015

Teri Goreng Asam Pedas Manis

Bingung ingin masak apa, mau belanja sudah kesiangan. Terpaksa menggunakan apa yang ada di dapur dan kulkas. Pas liat isi kulkas, ternyata ada sebungkus teri tawar yang belum dimanfaatkan. Langsung eksekusi aja deh, sambil membayangkan bagaimana nikmatnya masakan saya jika disantap pakai nasi hangat. Yammmeh !
      Bahan  :
                100 gr Teri
      Bumbu Iris :
               3 siung bawang merah
               1 siung bawang putih
               1 batang bawang daun
      Bumbu Uleg :
               10 buah cabai rawit
               2 buah Tomat
               Garam  dan gula
               Terasi sejumput
               Lengkuas digeprak
Cara Memasak :
      Goreng teri dengan sedikit minyak sampai setengah matang atau sampai keluar aromanya. Masukkan bumbu iris , aduk sesekali hingga bumbu keluar aromanya. Masukkan bumbu uleg dan lengkuas. Aduk terus hingga air menyusut. Jika ingin tahan lama, masak terus hingga air habis dan kesat. 

Pilus Keju

Melihat Sesa seneng banget makan pilus keju di rumah Mama Vero waktu pengajian beberapa hari yang lalu. Tiba-tiba terbersit pikiran untuk membuat pilus keju home made. Biar Sesa bisa makan makanan yang higienis dan terbuat dari bahan bermutu hehe..
      Akhirnya nyoba searching di google tentang pilus keju, eksekusi dan jadilah. Ini dia resepnya.
Bahan:
               200gr tepung kanji kualitas bagus
               100gr keju diparut
               2 butir telur
               1 sdm tepung maizena

               1sdt garam
               1 sdm air es/ secukupnya
               Minyak untuk menggoreng
Cara membuat :
      Campurkan tepung kanji, keju dan garam serta maizena. Setelah tercampur masukkan telur. Beri air lalu uleni sampai kalis. Setelah kalis, bagi adonan menjadi beberapa bagian, masing-masing sebesar bola golf.
      Tuang minyak dalam wajan, usahakan agak banyak, api jangan di nyalakan. Ambil satu bagian, sementara yang lainnya ditutup dengan plastik supaya tidak kering. Pilin-pilin adonan hingga berbentuk seperti cendol. Masukkan ke dalam minyak dingin. Lakukan hingga adonan habis. Usahakan agar hasil pilinan terendam minyak.

      Nyalakan api, dalam nyala kecil. Goreng hingga matang. Angkat lalu tiriskan. Lakukan hal yang sama pada sisa adonan . 

Sunday, September 13, 2015

Rujak

Tidak ada yang dirindukan oleh para perantau selain kampung halaman. Maka tidak heran jika dalam beberapa waktu para orang rantau sering memasak makanan khas daerahnya. Yups, makanan merupakan salah satu media yang membuat kita bisa terbang melayang beribu-ribu kilometer dalam kenangan di kampung halaman.
      Seperti saya yang sering membuat rujak ketika kangen dengan kampung halaman. Kebetulan ibu mengoleh-olehkan petis ikan, petis udang, terasi dan ikan asin ketika berkunjung ke rumah lebaran kemarin. Jadi ketika saya sedang ingin rujak, tinggal ngulek saja hehehe.
      Berikut ini adalah resep rujak yang sering saya buat ketika saya rindu kampung halaman.
      Bahan-bahan :
               Lontong beberapa iris
               Kangkung seikat direbus
               Kecambah panjang disiram air panas
               Tahu dan tempe goreng
               Cingur rebus (jika ingin membuat rujak cingur)
               Timun
      Bumbu :
               Kacang Goreng  100 gr
               Cabai sesuai selera
               Air asam jawa , bisa diganti cuka
               Petis bisa petis udang maupun petis ikan
               Gula jawa jika tidak ada bisa pakai gula pasir
               Garam
      Pelengkap :
               Kerupuk
      Cara membuat :
               Haluskan cabai dan garam , lalu masukkan kacang goreng. Uleg sampai halus. Masukkan irisan gula jawa siram dengan air asam atau cuka. Masukkan petis 1-2 sendok makan. Uleg hingga halus dan bumbu tercampur semuanya.
               Masukkan irisan timun, kangkung rebus, tauge , tahu tempe goreng, lontong dan cingur jika suka. Aduk rata hingga bumbu dan bahan-bahan tercampur rata. Setelah rata, sajikan dalam piring dengan kerupuk sebagai pelengkapnya. Et voila! Rujak nan lezat siap di santap !
              

               

Friday, September 11, 2015

Pertemuan Gabungan Persit KCK Penerbad Jakarta

Pagi itu, tidak seperti biasanya. Pukul 06.00 WIB kami telah siap. Sudah mandi, sudah semuanya. Kecuali sarapan, belum sempat masak soalnya. Sebagaimana maklumat yang diumumkan pada apel tanggal 31 Agustus 2015 kemarin, bahwa tanggal 03 September akan diadakan Pertemuan Gabungan Persit Penerbad Cabang 1 dan 4 di Kebun Raya Bogor. Seluruh ibu persit diharap hadir, acara akan dimulai pukul 07.00 WIB.
       O
ke, sebagai anggota yang baik sekaligus istri prajurit yang senantiasa menjaga nama baik suaminya. Maka kita harus datang tepat waktu, kurang waktu bahkan. Maka di hari itu, meski Wisesa belum bangun dan masih menikmati tidurnya yang nyaman. Saya bangunkan dia dengan sedikit memaksa. Begitu bangung langsung saya mandikan. Memang dia tidak menangis, tapi tetap saja saya kasihan. Maafkan ibu ya nak, sudah merenggut kenyamanan tidurmu.
       Tidak Jakarta, tidak pula Bogor. Macet sudah menjadi rutinitas wajib yang harus dilalui. Berbarengan dengan anak-anak berangkat sekolah dan orang-orang yang berangkat kerja, ditambah lagi dengan kesibukan para polisi yang menyambut  kedatangan Jokowi ke Bogor. Kemacetan kami terobos dengan lancar. Akhirnya sampailah kita di Kebun Raya Bogor. Kami masuk lewat pintu tiga, sebagaimana yang telah ditentukan.
       Di dalam sana tenda telah terpancang, meja-meja dan kursi telah disiapkan. Mirip sebuah perhelatan pesta kebun, tapi yang ini tidak ada acara barbeqeu-an. Bukan acara TNI kalau tidak ada dangdutannya. Ketika saya datang, seorang pemain organ tunggal sedang asik menyiapkan organ kebanggaannya. Sebagai istri prajurit yang senantiasa rapi dan tertib dalam barisan, kamipun tak mau kalah dengan para suami. Memanjang, berbaris satu persatu, kami antri untuk mengabsen. Ini sangat penting! Selain untuk menandakan kehadiran (kalau tidak hadir kan bapaknya nanti dapat sanksi), untuk memperoleh snack dan pastinya agar nama kami tercatat dalam lembaran kocokan doorprise. Hadiah utamanya mesin cuci lho! Pas banget kan, mesin cuci di rumah saya sedang rusak hehehe…
       Di meja absensi, terlihat seorang ibu yang mengenakan jilbab kaos lebar dan bawahan rok. Ah, saya jadi sangat menyesal karena sudah tidak mendengarkan kata suami untuk tetap memakai baju seperti biasanya. Karena ketentuan dari kantor disuruh pakai celana training dan saya dengan takut menurutinya. Tak lama setelah itu, hadir juga seorang ibu yang mengenakan gamis dan khimar. Ia tidak memakai seragam olahrasa persit penerbad. Dan beliau tetap baik-baik saja tanpa ada yang marah. Aduuuh nyeselnya jadi dobel. Ketika saya ceritakan hal ini ke suami, dia hanya berkata dengan santainya.
       “Dibilang juga apa, nggak usah tiru-tiru yang lainnya. Pakai beli celana training sama jilbab pendek segala. Takut itu ya, sama Allah dek. Bukan sama Ibu Ketua Persit.”
       Hrrrr……. Kembali pada pertemuan ….
       Sementara saya duduk manis bersama para ibu, suami dan anak saya bermain-main di lapangan rumput bersama para suami dan anak-anak lainnya. Yeah! Kita bebas dulu sehari dari kegiatan momong anak. Biarkanlah para suami merasakan bagaimana pegelnya badan menggendong atau mengikuti anak-anak yang aktif bergerak kesana kemari. Kita santai-santai saja dulu, menikmati lagu “Gemufamire” yang diputar om organ tunggal.
       Sejam berlalu, acara belum dimulai. Kabarnya masih menunggu rombongan dari Puspenerbad, ada Ibu Komandan Pusat Penerbad di sana, beliau adalah orang nomer satu di Persit Penerbad. Yah, ibu Irene-nya Penerbad gitu deh. Kebosanan mulai melanda. Wah ternyata ibu tentara bisa molor juga, batin saya.
       Dua jam berlalu, benar-benar bosan. Snack dalam kotak sudah habis, sementara lapar dan haus menyerang. Mau beli makan harus keluar area Kebun Raya, dan itu jauh sekali. Mau ngobrol sama ibu-ibu yang lainnya mereka juga sudah bosan. Kami sudah kehabisan topik pembicaraan. Benar-benar wasting time sekali.
       Dan akhirnya, tepat jam 10.00 WIB acara pun dimulai. Ternyata acaranya ya begitu-begitu saja. Sambutan-sambutan, pengundian door prise sesi pertama diiringi demo masak dari sebuah produk alat makan. Dilanjutkan dengan lomba-lomba. Ada tiga perlombaan, lomba makan pisang dengan mata tertutup, lomba sarung berantai dan lomba bisik berantai.
       Setelah lomba, tentunya ada sesi joged bagi siapa saja yang mau. Ya, namanya juga TNI, bukan TNI namanya kalau nggak ada joged bersamanya. Dilanjutkan dengan joged anak-anak. Kata bu komandan, anak siapa yang berani maju dan menyanyi di panggung dapat uang.
       Ada berepada anak yang maju, merekapun menyanyi. Parahnya, lagu yang dinyanyikan adalah “Goyang Dumang”. Ealah nak, dirimu ini anak-anak apa orang dewasa to? Miris banget deh.

       Setelah itu, pengundian doorprise lagi. Sayangnya bukan saya yang dapat mesin cuci hehehehe…. Penutupan , pembagian makan siang dan souvenir. Nah, souvenirnya lumayan, sekotak roti unyil dan sekotak lapis talas bogor. Meski bukan dari merek ternama, notbad lah… And than… Mari pulang… marilah pulang.       

Thursday, September 10, 2015

Selamat Pagi ( Sebuah Salam untuk Isi Bumi)

Selamat pagi
Kuucapkan pada air yang mengalir
Gemericiknya menyadarkanku, membuka mata, memulai aktifitas
Selamat pagi
Kuucapkan pada lantai rumah
Dinginnya menjadi saksi sebuah pertemuan suci
Selamat pagi
Kuucapkan pada pipa air yang berdiri di depan rumahku
Kuraba, kurasakan apakah ia masih mengalirkan air
Masih, kuucapkan syukur yang dalam
Selamat pagi
Kuucapkan pada pepohonan di depan rumah.
Terimakasih telah memberi kesejukan lewat hijau daunmu
Selamat pagi
Kuucapkan pada semua
Pada angin yang berhembus
Pada tanah tempatku berpijak
Pada dunia yang telah memberiku warna
Selamat pagi


 

Bogor, 11 September 2015

Monday, August 31, 2015

Istimewanya Pagi Untukku

Bismillahirrahmanirrahim 

             Alhamdulillah sekali, Terimakasih banyak ya Allah. Kali ini Allah swt memberikan saya kekuatan untuk bisa bangun dini hari. Walaupun sebenarnya saya masih sedih karena Wisesa dari hari ke hari makin tidak suka makan, bahkan minum susunya juga berkurang. Tapi apapun yang terjadi tetap tidak boleh putus asa, mencari solusinya hehehehe....
            Bisa bangun di waktu sepertiga malam terakhir bagi saya adalah anugrah. Mungkin bagi orang hal ini adalah waktu di mana enak-enaknya tidur. Yup, udara yang mulai dingin, hembusan angin yang membawa embun membuat kamar kita yang hangat menjadi tempat paling nyaman. Apalagi kalau ada selimut hangat nan empuk. Wah, rasanya enak banget plus mimpi yang indah seperti mimpi dapat arisan misalnya. 
            Namun bagi saya, bangun di waktu seperti ini adalah sebuah kesempatan. Mengapa? Karena di saat hening seperti ini, banyak power  dan kesempatan yang bisa saya dapatkan. Pertama, saya bisa buka laptop untuk browing info-info menarik dengan tenang. Karena jika waktu suami dan anak saya masih terjaga, mereka selalu menyita perhatian saya. Jadinya tidak fokus ke laptop. Memang sih, bisa buka internet pakai HP , Tapi kan rasanya beda sama kalau pakai laptop. 
            Kedua, banyak inspirasi yang muncul dari otak yang masih fresh. Saat -saat sepi seperti ini membuat saya lancar menulis. Benar-benar diberi kemudahan dan kelancaran dalam menulis oleh Allah swt. Tapi sebelum buka laptop saya usahakan dulu untuk bertemu dengan Rabb Semesta Alam, biar hati dan pikiran jernih. 
             Ketiga, kalau memang nggak lagi ingin nulis. Saya bisa punya power lebih buat menggosok baju. Menyetrika jadi lebih cepat, mungkin karena nggak ada Sesa yang suka ikut-ikutan mau pegang setrikaan. Benar-benar lancar jaya. 
             Keempat, saya jadi semangat banget buat bersih-bersih. Mulai dari mencuci piring dan perlengkapan masak yang kotor sampai menyapu dan mengepel lantai semua jadi beres di pagi hari. 
             Kelima , pagi adalah waktu yang dijanjikan oleh Allah swt untuk mengais rejeki. Tak heran mengapa Rasulullah saw dan para sahabat tidak pernah menyia-nyiakan pagi hari untuk bermalas-malasan. Karena waktu pagi punya karakter tersendiri yang membuat kita jadi bregas dan fokus untuk mengerjakan banyak hal. 
             Sebenarnya masih banyak lagi alasan kenapa saya sangat cinta dini hari. Tapi tidak kalah pentingnya nih, beberapa hal yang bagus kita lakukan pada dini hari. 
             Waktu dini hari adalah waktu yang bagus untuk berdoa. Hari yang diawali dengan doa dan kebaikan , inshaallah akan baik sepanjang hari. Jangan lupa untuk membaca dzikir dan doa di pagi hari. Karena itu adalah salah satu wujud rasa syukur kita kepada Allah swt atas kehidupan dan rejeki yang kita peroleh.
             Pokoknya, jangan pernah menyia-nyiakan pagi. Karena pagi adalah moment paling baik untuk mendapatkan kebaikan. 
Yuk ah! Mulai mengawali pagi ini dengan kebaikan. Salam Kebermanfaatan :)
             


Sunday, August 2, 2015

Tips Menghemat Air (Versi Penulis)

      Kemarau panjang melanda sebagian besar kawasan Indonesia. BMKG bilang sih karena dampak el nino, sementara beberapa pakar lingkungan bilang karena semakin banyak sumur bor sehingga, air tanah menyusut dan air laut merembes (IMS; 30 juli 2015). Sedang para ahli perenungan menyatakan bahwa manusia telah terlalu banyak menyakiti alam dan mendzalimi dirinya sendiri sehingga alam bereaksi.
      Jangankan kawasan NTT yang memang sudah langganan kekeringan setiap tahun, Bogor lho  kota yang berjuluk “kota hujan”  saja mengalami kekeringan. Maka mau tidak mau saya harus berinisiatif mengambil tindakan cerdas untuk mengakali krisis air. Berikut ini adalah beberapa tips yang saya terapkan dalam menyiasati krisis air yang beberapa hari lalu saya alami.
1.    Membuka dan Menutup Kran dengan Seksama
Nah, kelihatannya sepele sih ya. Kita sering teledor dalam mengontrol kran air kita. Kadang kita suka sekali menyalakan air meski hanya sekedar cuci kaki dan buang air kecil. Padahal untuk urusan tersebut kita hanya memerlukan beberapa gayung air saja. Selain itu, yang krusial nih, kalau kita suka teledor menutup kran air. Bayangkan kalau ada 3 kran yang kurang pas menutupnya sehingga air menetes terus menerus. Boros banget kan! Kalaupun memang krannya bermasalah, tetesan air bisa ditampung menggunakan ember hingga kita memperbaiki atau mengganti dengan kran yang baru. Nah, air tampungannya bisa kita gunakan untuk keperluan yang lain seperti mencuci baju dsb.
2.    Meminimalisir Air Terbuang Ketika Berwudhu
Wudhu merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh umat Islam jika akan melakukan ibadah lain seperti sholat. Hakikatnya, berwudhu merupakan sebuah sarana untuk membersihkan diri dari kotoran dan mencapai kesucian. Sayangnya, kita suka sekali berlebihan dalam berwudhu. Misalnya, membasuh kepala sampai basah banget atau membasuh kaki sampai betis. Padahal, Rasulullah saw itu mencontohkan untuk menyapukan air pada kepala dan membasuh hingga mata kaki saja. Belum lagi ada beberapa orang yang kalau berwudhu membasuhnya suka over hehehe…  Dalam membasuh satu bagian tubuh saja bisa lima kali. Kebayang tuh kan berapa banyak air yang terbuang. Berwudhulah seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Rasulullah saw itu berwudhu dengan air sebanyak 1 mud saja. 1 mud itu kalau untuk ukuran orang Hijaz (orang dari kawasan Makah situ) sekitar 1/3 liter. Sementara untuk takaran orang Irak, 1 mud sama dengan 2 liter. Sementara untuk mandi, Rasulullah saw memakai air sebanyak 1 sho’ sampai 5 mud (HR. Muttafaq alaih). Yuk kita benahi wudhu kita selain mengikuti sunah Rasul juga tidak boros air
Selain berwudhu sesuai apa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw, bisa juga lho pas wudhu kita taruh ember di bawah kran. Jadi air bekas wudhu kita nggak terbuang ke mana-mana. Asal kalau kumur-kumur airnya jangan dibuang ke ember. Nah, air bekas wudhu kita ini kan masih bagus tuh, bisa kita manfaatkan untuk mencuci baju. Dalam sehari, saya bisa mengumpulkan sekitar 3 ember air sisa wudhu. Satu ember sekitar 4 liter air, lumayan kan bisa buat nyuci serbet atau kain-kain lap.
3.    Tidak Berlebihan Memakai Detergen atau Sabun ketika Mencuci Baju
Namanya nyuci pengen bersih, biasanya kita suka menuangkan detergen banyak-banyak ke cucian kita. Karena berdasarkan stigma orang terdahulu, makin banyak busa makin bersih. Faktanya, makin banyak busa makin banyak air yang kita gunakan untuk membilas. Plus kalau bilasnya nggak bersih, sisa busa yang mengendap di baju malah bikin kulit kita gampang iritasi. Terus, gimana kalau cuciaan kita malah nggak bersih kalau sabunnya make dikit saja? Tenang, kita kan bisa tuh pakai trik ibu-ibu cerdas yang menggunakan citrun acid untuk membuat cucian bersih dari noda. Penggunaan citrun acid itu, selain bikin kain bersih, nggak berbusa juga lho. Jadi hemat air
4.    Reuse Air
Pemakaian ulang atau pemanfaatan ulang, yah istilah kekiniannya itu “reuse”. Memanfaatkan ulang air itu bisa dicontohkan dengan memakai air bekas nyuci untuk nyiram tanaman. Atau menggunakan air bilasan terakhir pada pencucian baju, untuk dijadikan air bilasan pertama pada proses pencucian berikutnya. Tindakan ini bisa menekan jumlah pemakaian air bersih dalam kegiatan rumah tangga.
5.    Mencuci Piring dengan Cara yang Tepat
Nah, ini yang suka terlewatkan. Mencuci piring, kalau kita salah ambil tindakan bisa-bisa justru memicu pemborosan air lho. Ada beberapa orang yang membersihkan sisa makanan dengan cara menyemburkan air kran agar isi piringnya berjatuhan ke jalan air. Selain boros air, sisa makanan juga bisa menyumbat saluran air. Cara paling tepat, ya kita buang dulu sisa makanannya ke tempat sampah. Barulah kita cuci piringnya.
Jangan lupa juga untuk memperhatikan urut-urutan material atau kondisi piranti makan dan alat masak yang akan dicuci. Dahulukan gelas dan piranti lain yang tidak amis dan berminyak. Gunakan jeruk nipis untuk mencuci alat makan dan alat masak yang berbau amis dan cucilah alat masak yang paling berminyak di urutan paling akhir. Kenapa harus diurut seperti itu? Karena kalau yang kotoran terberat didahulukan, biasanya kita akan boros air. Kok bisa? Karena air bekas cucian dari piring atau piranti dengan kotoran terberat, tidak bisa kita gunakan untuk membilas sabun pada piranti sepeti gelas. Nah, kalau gelas duluan yang disabun, kan air bilasannya bisa dipakai untuk membilas piring. Walaupun perlu ditambah air sedikit lagi biar bilasannya sempurnya.
Oke, itulah beberapa tips dan trik dari saya yang kemarin sempat mengalami krisis air. Semoga bisa memberikan manfaat bagi teman-teman yang membacanya. Jangan lupa untuk menambahkan beberapa tips ala teman-teman agar kita punya banyak cara menghemat air. Yuk, sayangi lingkungan kita. Karena muslim yang baik adalah mereka yang menebar kasih sayang dan manfaat bagi  segenap penghuni alam raya.
Salam kebermanfatan J