Friday, September 11, 2015

Pertemuan Gabungan Persit KCK Penerbad Jakarta

Pagi itu, tidak seperti biasanya. Pukul 06.00 WIB kami telah siap. Sudah mandi, sudah semuanya. Kecuali sarapan, belum sempat masak soalnya. Sebagaimana maklumat yang diumumkan pada apel tanggal 31 Agustus 2015 kemarin, bahwa tanggal 03 September akan diadakan Pertemuan Gabungan Persit Penerbad Cabang 1 dan 4 di Kebun Raya Bogor. Seluruh ibu persit diharap hadir, acara akan dimulai pukul 07.00 WIB.
       O
ke, sebagai anggota yang baik sekaligus istri prajurit yang senantiasa menjaga nama baik suaminya. Maka kita harus datang tepat waktu, kurang waktu bahkan. Maka di hari itu, meski Wisesa belum bangun dan masih menikmati tidurnya yang nyaman. Saya bangunkan dia dengan sedikit memaksa. Begitu bangung langsung saya mandikan. Memang dia tidak menangis, tapi tetap saja saya kasihan. Maafkan ibu ya nak, sudah merenggut kenyamanan tidurmu.
       Tidak Jakarta, tidak pula Bogor. Macet sudah menjadi rutinitas wajib yang harus dilalui. Berbarengan dengan anak-anak berangkat sekolah dan orang-orang yang berangkat kerja, ditambah lagi dengan kesibukan para polisi yang menyambut  kedatangan Jokowi ke Bogor. Kemacetan kami terobos dengan lancar. Akhirnya sampailah kita di Kebun Raya Bogor. Kami masuk lewat pintu tiga, sebagaimana yang telah ditentukan.
       Di dalam sana tenda telah terpancang, meja-meja dan kursi telah disiapkan. Mirip sebuah perhelatan pesta kebun, tapi yang ini tidak ada acara barbeqeu-an. Bukan acara TNI kalau tidak ada dangdutannya. Ketika saya datang, seorang pemain organ tunggal sedang asik menyiapkan organ kebanggaannya. Sebagai istri prajurit yang senantiasa rapi dan tertib dalam barisan, kamipun tak mau kalah dengan para suami. Memanjang, berbaris satu persatu, kami antri untuk mengabsen. Ini sangat penting! Selain untuk menandakan kehadiran (kalau tidak hadir kan bapaknya nanti dapat sanksi), untuk memperoleh snack dan pastinya agar nama kami tercatat dalam lembaran kocokan doorprise. Hadiah utamanya mesin cuci lho! Pas banget kan, mesin cuci di rumah saya sedang rusak hehehe…
       Di meja absensi, terlihat seorang ibu yang mengenakan jilbab kaos lebar dan bawahan rok. Ah, saya jadi sangat menyesal karena sudah tidak mendengarkan kata suami untuk tetap memakai baju seperti biasanya. Karena ketentuan dari kantor disuruh pakai celana training dan saya dengan takut menurutinya. Tak lama setelah itu, hadir juga seorang ibu yang mengenakan gamis dan khimar. Ia tidak memakai seragam olahrasa persit penerbad. Dan beliau tetap baik-baik saja tanpa ada yang marah. Aduuuh nyeselnya jadi dobel. Ketika saya ceritakan hal ini ke suami, dia hanya berkata dengan santainya.
       “Dibilang juga apa, nggak usah tiru-tiru yang lainnya. Pakai beli celana training sama jilbab pendek segala. Takut itu ya, sama Allah dek. Bukan sama Ibu Ketua Persit.”
       Hrrrr……. Kembali pada pertemuan ….
       Sementara saya duduk manis bersama para ibu, suami dan anak saya bermain-main di lapangan rumput bersama para suami dan anak-anak lainnya. Yeah! Kita bebas dulu sehari dari kegiatan momong anak. Biarkanlah para suami merasakan bagaimana pegelnya badan menggendong atau mengikuti anak-anak yang aktif bergerak kesana kemari. Kita santai-santai saja dulu, menikmati lagu “Gemufamire” yang diputar om organ tunggal.
       Sejam berlalu, acara belum dimulai. Kabarnya masih menunggu rombongan dari Puspenerbad, ada Ibu Komandan Pusat Penerbad di sana, beliau adalah orang nomer satu di Persit Penerbad. Yah, ibu Irene-nya Penerbad gitu deh. Kebosanan mulai melanda. Wah ternyata ibu tentara bisa molor juga, batin saya.
       Dua jam berlalu, benar-benar bosan. Snack dalam kotak sudah habis, sementara lapar dan haus menyerang. Mau beli makan harus keluar area Kebun Raya, dan itu jauh sekali. Mau ngobrol sama ibu-ibu yang lainnya mereka juga sudah bosan. Kami sudah kehabisan topik pembicaraan. Benar-benar wasting time sekali.
       Dan akhirnya, tepat jam 10.00 WIB acara pun dimulai. Ternyata acaranya ya begitu-begitu saja. Sambutan-sambutan, pengundian door prise sesi pertama diiringi demo masak dari sebuah produk alat makan. Dilanjutkan dengan lomba-lomba. Ada tiga perlombaan, lomba makan pisang dengan mata tertutup, lomba sarung berantai dan lomba bisik berantai.
       Setelah lomba, tentunya ada sesi joged bagi siapa saja yang mau. Ya, namanya juga TNI, bukan TNI namanya kalau nggak ada joged bersamanya. Dilanjutkan dengan joged anak-anak. Kata bu komandan, anak siapa yang berani maju dan menyanyi di panggung dapat uang.
       Ada berepada anak yang maju, merekapun menyanyi. Parahnya, lagu yang dinyanyikan adalah “Goyang Dumang”. Ealah nak, dirimu ini anak-anak apa orang dewasa to? Miris banget deh.

       Setelah itu, pengundian doorprise lagi. Sayangnya bukan saya yang dapat mesin cuci hehehehe…. Penutupan , pembagian makan siang dan souvenir. Nah, souvenirnya lumayan, sekotak roti unyil dan sekotak lapis talas bogor. Meski bukan dari merek ternama, notbad lah… And than… Mari pulang… marilah pulang.       

No comments:

Post a Comment